Selasa, 27 November 2012

SOP PENGAMBILAN URIN UNTUK PEMERIKSAAN

(S.O.P) MENGAMBIL SAMPEL URINE UNTUK PEMERIKASAAN


PENGERTIAN
·         Suatu tindakan mengambil sejumlah urine sebagai sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
TUJUAN
·         Mengambil sampel urine yang tidak terkontaminasi untuk menganalisa urine rutin atau test diagnostik yang meliputi test kultur dan sensitivitas.
·          Mengetahui adanya mikroorganisme dalam urine.
NO
TINDAKAN
BOBOT
NILAI
BOBOT
X
NILAI
KETERANGAN
I
PENGKAJIAN
2



·         Mengkaji instruksi / pesanan medik untuk pemeriksaan diagnostik.
·         Mengkaji intake dan pola eliminasi klien.
·         Mengkaji tingkat pengetahuan klien akan prosedur dan tujuan pemerikasaan urine.
·         4.   Mengkaji tujuan pengambilan sampel urine, untuk menetukan metode yang tepat dalam pengambilan sampel urine.
II
INTERVENSI
3



A.   Persiapan Alat :
·         Bokal/botol/wadah tempat sampel urine.
o   Bokal/botol/wadah steril untuk pemeriksaan urine kultur dan sensitivitas.
o   Bokal/botol/wadah bersih untuk pemeriksaan urine rutin atau urine lengkap.
·         Handscoen bersih.
·         Pot/urinal.
·         Nierbeken/bengkok.
·         Perlak/alas.
·         Etiket.
·         Formulir pemeriksaan.
·         Menurut cara pengambilan sampel urine :
o   Melalui kateter :
§  Spuit 10 cc bila kateter mempunyai port menggunakan jarum no 21 G atau 22 G.
§  Klem penjepit.
§  Kapas alkohol 70%.
o   Dengan cara mid stream :
§  Baskom berisi air hangat, sabun, washlap dan handuk.
§  Pinset steril dan kapas betadine.
BPersiapan Klien :
·         Menjelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya pengambilan sampel urine.
III
IMPLEMENTASI

3



·         Menutup sampiran.
·         Mencuci tangan.
·         Memakai handscoen bersih.
·         Melakukan pengambilan sampel urine :
a.   Melalui Kateter :
·         Mengklem selang urine bag selama kurang lebih 30 menit.
·         Meletakkan perlak/pengalas dibawah tempat pengambilan urine.
·         Melakukan pengambilan urine :
a)   Kateter dengan port :
§  Mendesinfeksi lokasi penusukan dengan kapas alkohol 70%.
§  Menusukkan jarum dengan sudut 90° pada port.
§  Melakukan aspirasi urine sebanyak ± 3 – 5 cc untuk pemeriksaan kultur urine, atau ± 10 – 20 cc untuk pemeriksaan urine lengkap.
§  Memindahkan urine dari spuit kedalam bokal/botol steril.
b)   Kateter tanpa port :
§  Membuka tutup bokal/botol urine dan meletakkannya diatas perlak/pengalas.
§  Mendesinfeksi sambungan kateter – selang  urine bag dengan kapas alkohol 70%.
§  Membuka sambungan tersebut dengan hati-hati, pegang selang diatas sambungan ± 5 c, jaga jarak agar tidak terkontaminasi.
§  Memasukkan urine kedalam bokal/botol urine (jangan sampai bersentuhan dengan ujung kateter).
§  Mendesinfeksi selang kateter dengan kapas alkohol 70% kemudian sambungkan kembali urine bag dengan kateter.
·         4)   Membuka klem penjepit.
b.   Dengan Cara Mid Stream :
·         Meletakkan perlak/pengalas dibawah bokong klien, lepaskan pakaian bawah klien dan atur posisi yang sama seperti saat membersihkan vulva/perineum (bila klien harus dibantu).
·         Membersihkan daerah perineum dan alat genitalia dengan menggunakan air hangat + sabun dan washlap, kemudian keringkan dengan handuk.
·         Membersihkan daerah meatus urethra eksternus dengan menggunakan kapas betadine dan pinset steril.
·         Menganjurkan kepada klien untuk berkemih dan tampung urine yang pertama keluar dalam pot/urinal, kemudian tampung urine yang keluar selanjutnya kedalam bokal/botol urine sampai 10 – 20 cc dan anjurkan klien untuk menuntaskan berkemihnya kedalam pot/urinal.
·         Menempatkan bokal/botol urine ditempat yang aman, setelah urine untuk pemeriksaan ditampung.
·         Menutup bokal/botol urine.
·         Merapihkan klien dan alat.
·         Melepaskan handscoen.
·         Menempelkan etiket pemeriksaan urine pada bokal/botol urine, dan buatkan formulir pemeriksaannya.
·         Membuat formulir pmerikasaan.
·         Membawa sampel urine beserta formulir pemeriksaannya ke laboratorium.
IV
EVALUASI
1



·         Mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui hasil test.
·         Mengevaluasi respon klien selama pelaksanaan prosedur.
·         Mengobservasi karakteristik urine : warna, kepekatan dan bau.
V
DOKUMENTASI
1



·         Mencatat jumlah, warna, baud an konsistensi urine.
·         Mencatat waktu dan cara pengambilan sampel urine.
·         Mencatat respon klien selama prosedur.
VI
SIKAP




·         Sistematis.
·         Hati-hati.
·         Berkomunikasi.
·         Mandiri.
·         Teliti.
·         Tanggap terhadap respon klien.
·         Rapih.
·         Menjaga privacy.
·         Sopan.

TOTAL
1